
(Refleksi) Ibu
KATA TERINDAH"Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati..."
Ibu, Mama, Emak, Nyokap, Mami, Ibunda, Bunda, Umi, Mom…
Begitu banyak istilah untuk mengungkapkan/memanggil orangtua perempuan kita ini. Dari rahimnya kita lahir, dari payudaranya kita disusui, dari buaiannya kita mendapatkan kenyamanan, dari kasih sayangnya kita tumbuh besar, dan dari doa2nya beliau mengharapkan keselamatan dan kesuksesan kita. Dapat kita bayangkan, betapa besarnya jasa yang beliau berikan kita hingga saat ini.
Di dalam
“Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Pengorbanan yang diberikan ibu kepada anaknya tidak sebatas itu saja. Memandikan kita, mengganti popok, menyuapi, semuanya dilakukan dengan kasih sayang. Lebih besar lagi kita, beliau tidak mengurangi kasih sayang dan perhatiannya. Baju baru, buku baru, dan hampir semua perlengkapan kita berusaha beliau sediakan, dan tidak lupa makanan yang disajikan tiap hari. Saat kita hendak menempuh ujian, beliau akan lebih banyak bermunajat kepada Allah, memintakan doa agar anaknya sukses menempuh ujian. Maka, tak heran pula pada saat kita lulus, ibu-lah yang paling emosional, tangis haru, bangga, mengalahkan segala kepenatan, rasa cape, dan penderitaan yang beliau terima. Dan masih banyak lagi pengorbanan yg beliau lakukan (tanpa mengurangi rasa hormat terhadap ayah kita).
Dari sekian banyak pengorbanan yang telah beliau lakukan untuk kita, apakah balasan yang beliau terima dari kita? Pernahkah kita berterima kasih untuk setiap masakan yang beliau buat + sajikan? Pernahkah kita memijat (minimal) kaki atau tangan beliau, untuk mengobati rasa cape yang beliau derita? Pernahkah kita mencium tangannya setiap kali kita pamit keluar rumah (untuk beraktivitas)? Pernahkah kita minta maaf untuk kesalahan yg kita lakukan? Pernahkah kita mengucapkan/menyatakan rasa sayang kita pada beliau? Jika pernah, seberapa sering? Tiap hari? Seminggu sekali? Sebulan sekali? Setahun sekali?
Dan Allah SWT telah berfirman pula di
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Berapa kali kita tidak mengacuhkan perintah ibu? Berapa kali kita melengos ketika kita dimarahi ibu karena kesalahan kita? Berapa kali kita melanggar larangan ibu, padahal tujuannya baik untuk kita? Berapa kali kita menyakiti hati ibu kita dengan perbuatan2 yang tidak menyenangkan hati beliau?
Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.
“Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]
Penulis hendak berpesan (terutama kepada diri sendiri) agar kita lebih banyak berbakti kepada orang tua kita, terutama kepada ibu kita. Ingatlah jerih payah beliau sejak kita masih kecil hingga kita besar seperti saat ini, senangkanlah hati beliau dengan hal2 yg membuat beliau tertawa senang, muliakanlah beliau…mintalah doa kepada beliau, karena para ulama sepakat bahwa sesungguhnya doa ibu sangatlah diijabah oleh Allah SWT, tidak ada pembatas diantaranya.
Yuk…yuk…yuk…mulai sekarang kita lebih patuh pada orang tua kita. TIDAK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar